Adalah tentang waktu, tentang bagaimana waktu memainkan perannya memacu diriku mempersiapkan segala sesuatu sebelum pada akhirnya menggapai dirimu adalah tentang aku, tentang bagaimana caraku mencoba memahami seutuhnya kamu. adalah tentang kamu, tentang bagaimana kamu bersikap kepadaku, tentang bagaimana dirimu menemukan aku yg sebenarnya adalah tentang aku, kamu dan waktu, tentang bagaimana masing-masing dari kita mencoba memahami satu sama lain agar kelak ketika waktu benar-benar telah mencapai pada batasnya, masing-masing dari kita telah siap untuk memulai segalanya. Aku rasa tak perlu terburu-buru mendefinisikan sebuah rasa untuk menyimpulkan semuanya karna pada kenyataan yang sebenarnya terlalu terburu-buru pada akhirnya akan membawa kita pada kata yang disebut "lalu". Bukankah aku dn kamu sama-sama tahu bahwa sebuah kata lalu adalah kecewa paling lara yang membekas hingga luka sulit menemukan penawarnya. Pada poros waktu yang terus bergerak maju, ku biarkan dirimu ber...
Sebentar lagi ya, maaf jika tentang kepastian itu membuatmu terlalu lama untuk menunggu sebab untuk sebuah keyakinan aku perlu benar-benar mempersiapkan. Aku, sedang mempersiapkan segalanya, mempersiapkan segala apa-apa yang kiranya dapat untuk membuatmu bahagia. Ada satu ruang dalam diri ini yang sudah lama ditinggal oleh penghuninya, yang selepas kepergian itu ku biarkan usang dan berantakan begitu saja setelah sebelumnya pada frasa lalu benar-benar membuatku terjerembab pada kata pilu, maaf jika ini agak sedikit lama karna untuk benar-benar memastikan bahwa semuanya telah baik-baik saja aku membutuhkan lebih banyak waktu. Ada satu ruang untukmu dalam diri ini, ruang yang kuharap kau nyaman tinggal didalamnya, ruang yang dengan keyakinan yang ada pada diri ini aku ingin menjadikanmu sebagai penghuni tetap di dalamnya. ruang yang didalamnya akan ada banyak sekali cerita. Dan pada batasnya nanti, satu ruang itu adalah pemberian paling berharga dari hidup yang tak bernilai katanya....
selangkah lebih maju seperti membawaku menyelusuri sebuah hutan yang didalamnya semua tentangmu begitu rimbun, semakin mencari tahu rasa-rasanya membuatku semakin menyelam lebih dalam, dan semakin banyak aku tahu tentangmu seperti menamparku berkali kali mengisyaratkan untuk tidak melanjutkan. namun, bukanlah aku jika menyerah pada segala bentuk kenyataan. semua tentangmu begitu yang menantang membuatku sedikit berjalan lebih jauh, bertapak lebih kuat, dan berusaha lebih keras lagi karna untuk dapat hidup dalam hutan yang begitu rimbun adanya akan perlu banyak bekal dan keyakinan untuk menemani jalan yang tidak mudah katanya. bukan tidak mungkin bahwa aku akan dihadapkan pada sebuah jurang yang begitu mematikan namun pada apapun yang akan terjadi nanti aku tak pernah benar-benar mau untuk menghentikan langkah yang sejak awal sudah kumulai. maka, untuk setiap langkah yang berusaha aku kuat-kuatkan jadilah cahaya untukku menerangi jalan. lima hari sampai dua ribu dua satu, -el
Komentar
Posting Komentar